Derita Rakyat Gowa Di Uji, Kelangkaan Gas Elpiji 3Kg

Ekonomi 06 Sep 2026 22:24 • 3 min read • 59 views • By Raga

Share berita ini

Derita Rakyat Gowa Di Uji, Kelangkaan Gas Elpiji 3Kg
Kelangkaan atau sulitnya mendapatkan LPG 3 kilogram mulai dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kondisi tersebut memb...

Kelangkaan atau sulitnya mendapatkan LPG 3 kilogram mulai dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus berkeliling mencari gas bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari.

Keluhan itu salah satunya disampaikan warga yang tinggal di Jalan Pallantikang, Kelurahan Katangka, Kabupaten Gowa. Warga mengaku kebingungan lantaran LPG 3 kg sulit ditemukan.

“Kasihan, bagaimana mi ini kalau gas 3 kilo sudah tidak ada. Kita mau cari dan beli di mana,” ujar salah seorang warga, Minggu (6/9/2026).

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya. Ia mengaku sejak pagi telah berkeliling mencari LPG 3 kg, namun hingga saat ini belum juga mendapatkannya.

“Sudah kali keliling datang cari gas elpijinya yang 3 kilo, tapi sampai saat ini dari pagi sampai sekarang belum dapat. Terpaksa kami masak pakai kayu yang dikumpul-kumpul untuk memasak,” keluh warga tersebut.

Kondisi ini membuat warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun tangan memastikan ketersediaan LPG 3 kg di tingkat pangkalan.

Bagi masyarakat, LPG 3 kg bukan sekadar kebutuhan tambahan, melainkan kebutuhan utama untuk memasak setiap hari. Ketika stok sulit diperoleh, warga terpaksa mencari ke lokasi lain atau menggunakan alternatif seperti kayu bakar.

Dampak Mulai Dirasakan Warga

Sulitnya mendapatkan LPG 3 kg berpotensi menambah beban masyarakat, khususnya rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada gas bersubsidi tersebut.

Selain harus menghabiskan waktu dan biaya untuk mencari LPG, warga juga berpotensi terpaksa membeli dari pengecer dengan harga lebih tinggi ketika stok di pangkalan tidak tersedia.

Kondisi tersebut juga dapat berdampak terhadap pedagang makanan dan pelaku UMKM. Kenaikan biaya energi dapat meningkatkan biaya produksi dan pada akhirnya berpotensi memengaruhi harga jual.

Meski demikian, kondisi tersebut belum dapat disimpulkan sebagai kelangkaan LPG 3 kg yang terjadi di seluruh wilayah Kabupaten Gowa maupun secara nasional. Persoalan di lapangan dapat berkaitan dengan distribusi, peningkatan permintaan, maupun ketersediaan stok pada tingkat pangkalan.

Di tingkat regional, Pertamina Patra Niaga sebelumnya menyatakan melakukan penguatan pasokan LPG 3 kg di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Tambahan pasokan atau extra dropping dilakukan di sejumlah daerah yang mengalami peningkatan kebutuhan, di antaranya Wajo, Sidrap, Soppeng, Parepare, Barru dan Pinrang.

Karena itu, apabila pasokan secara regional tersedia namun masyarakat di wilayah tertentu masih kesulitan memperoleh LPG, maka persoalan distribusi hingga tingkat pangkalan perlu menjadi perhatian.

Harga Berpotensi Naik

Kesulitan mendapatkan LPG 3 kg berpotensi memberikan dampak langsung terhadap masyarakat. Ketika stok di pangkalan kosong, sebagian warga terpaksa membeli melalui pengecer dengan harga yang lebih tinggi.

Situasi tersebut tidak hanya membebani rumah tangga, tetapi juga pelaku usaha mikro dan pedagang makanan yang sangat bergantung pada LPG 3 kg untuk kegiatan produksi.

Jika kondisi berlangsung lama, kenaikan biaya energi dapat mendorong pelaku usaha menaikkan harga jual makanan dan produk lainnya. Pada akhirnya, tekanan tersebut dapat merembet kepada daya beli masyarakat.

Selain itu, munculnya informasi mengenai kelangkaan juga berpotensi memicu pembelian berlebihan atau panic buying. Kondisi tersebut dapat membuat stok di tingkat pengecer maupun pangkalan lebih cepat habis dan memperburuk persepsi kelangkaan.

Distribusi Perlu Diawasi

Warga pun berharap pemerintah segera memastikan pasokan kembali normal agar masyarakat tidak terus-menerus kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Masyarakat juga meminta adanya pengawasan terhadap distribusi dan harga LPG 3 kg agar subsidi pemerintah benar-benar dapat dinikmati warga yang membutuhkan.

Terkait keluhan warga tersebut, Kabid Perdagangan dan Industri Kabupaten Gowa telah dikonfirmasi mengenai kondisi ketersediaan dan distribusi LPG 3 kg di wilayah Gowa.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan maupun penjelasan terkait adanya keluhan warga mengenai sulitnya memperoleh LPG 3 kg di sejumlah titik.

Keterangan dari pihak pemerintah daerah dinilai penting untuk mengetahui apakah kondisi tersebut disebabkan keterlambatan distribusi, peningkatan permintaan, berkurangnya pasokan di tingkat pangkalan, atau faktor lainnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Mutiara Hitam News
Chat with us on WhatsApp